Where Have You Been?

Sand running through the bulbs of an hourglass measuring the passing time in a countdown to a deadline, on a dark background with copy space.
Pernah bertanya seperti diatas?
Kamu kemana aja?
Pernah menyayangi orang begitu rupa dahulu, kemudian memutuskan pergi darinya karena tidak sesuai harapan.
Tak ada yang salah, karena kita yang berharap banyak.
kalimat diatas saya tanyakan ketika beberapa hari lalu menyanggupi bertemu dengan dia.
Jawabannya?
Aku disini tidak kemana mana, hanya kamu yang tidak bisa kujangkau lagi. Entah kenapa kamu membenci aku begitu rupa, karena sesuatu yang sudah ada padaku sedari lama. 
Hiburanku cuma satu, melihat Whatsapp statusmu, senyummu , walau aku tak tahu kau sedang bergembira dengan siapa. 
Aku tidak seperti dulu mengejarmu, mencarimu ke segala penjuru karena aku tau kamu sedang menghukum aku. 
Ratusan sapaan chat ku tak pernah kau balas, hanya kau baca.
Tapi, centang biru saja sudah membahagiakanku, artinya kau baca. 
Dan, beberapa hari lalu entah keberanian dari mana mencoba menyapamu lagi. 
Aku sudah siap seandainya semua berakhir dengan centang biru, nyatanya kau balas kan dan menyanggupi makan siang ini. 
Jadi, apa kabarmu? 
.
.
.
.
.
Lancar sekali dia bicara dengan intonasi tenangnya, kemudian tertawa melihatku tegang.
Tanpa sepengetahuanku dia sudah memesan Sup Jagung Kepiting, Cap Cay Goreng tanpa jeroan, dan Jeruk Panas.
Semua terhidang beberapa menit setelah dia bicara tadi.
” Aku benar-benar ingin merayakan KITA”.
” Tidak keberatan kan aku sudah pesan semua? ”

aku cuma bisa mengangguk pelan dan tersenyum, ” terimakasih” lirihku.
Kemudian dengan lancar dia mengidentifikasi beberapa perubahan di diriku.
Kacamata baru, aku yang lebih kurusan, style rambut baru , terakhir :
“ehh parfumnya beda ya? yang mana ini? ”

Sungguh aku merasa berdosa mengabaikannya dalam waktu yang lama.
Menit berlalu kebekuan mencair, kami sudah bercanda seperti biasa, bertukar cerita seru karena circle kami saling connect.

Waktu tak bisa ditawar, kami harus kembali ke kantor masing-masing.
” Aku boleh antar kamu tak? ”
” Ehh? kan kantorku di seberang cuma jalan 5 menit, ” kataku.
” Umm, iya tapi boleh ya anter pake mobil, kita muter 1x putaran ya? ” harapnya.
” Ya deh, gapapa, tapi bener ya cuma 1x putaran ”
,… akhirnya dia mengantarku pulang dengan 1x putaran.

” Jangan pernah bertanya aku kemana ya. Aku masih disini koq. ”
” Semoga besok -besok masih bole makan siang bareng ya? ”

Aku tersenyum, dan menganggukkan kepala.
Kemudian sebelum dia menutup pintu, ” Maafkan aku selama ini ya, tak seharusnya aku egois seperti itu. Harusnya aku tau tempatku dimana. ”

#Legian 31 Jan 2019

Advertisements

Takut

Image result for takut

Semua pasti pernah merasakan takut.
Apakah takut itu sebenarnya?
Takut adalah suatu mekanisme pertahanan hidup dasar yang terjadi sebagai respons terhadap suatu stimulus tertentu, seperti rasa sakit atau ancaman bahaya. Beberapa ahli psikologi juga telah menyebutkan bahwa takut adalah salah satu dari emosi dasar, selain kebahagiaan, kesedihan, dan kemarahan.
( sumber : Wikipedia ).
Yang tidak saya sukai dari takut itu efek yang ditimbulkan, seperti cemas ga jelas, keringetan, gemetar sampe pusing.
Ketakutan saya biasanya muncul :
* Klo nonton film horror macam The Nun ( saya nonton di bioskop tadi malam ), bandel sih ya sudah taw takut masih aja maksain nonton.
* Klo lagi naik motor kemudian hujan deres yang jatuhnya gede-gede, saya takuut banget, karena saya puya sesak nafas, dingin dan air hujan sering bikin saya ketakutan , takut sesak nya kumat.
* Klo pasangan saya lagi marah, nah ini.. takuuut banget, bisa keringetan, kemudian pusing berat.
* KLo saya ada di kondisi dimana saya tidak bisa berbuat apa-apa. Atau di kondisi yang saya tidak tau sama sekali.
Sama seperti beberapa hari ini, ketakutan saya berlipat-lipat, pun saya sudah taw bukankah ketakutan itu hanya ada di pikiran? Tidak nyata adanya.
Yang bikin takut kan pengandaiannya, nanti klo gini klo gitu,, semuanya klo…
Saya harus bertemu 3 dokter dalam waktu dekat untuk memeriksakan diri, dari dulu paling ga suka namanya ke dokter, asal sudah liat ruangan putih, bau karbol antiseptik khas rumah sakit ataw ruang praktek dokter sudah cukup bikin rasanya jantung berhenti berdetak.
Dokter spesialis penyakit dalam yang saya temui semalam sudah berpesan, :
Ikuti alur pemeriksaannya ya, don’t too much Googling, kondisi tiap orang berbeda, belum lagi baca istilah medikal yang ga dipahami , cukup bikin stress. Jangan takut.

Saya cuma manggut-manggut saja, tapi ya tetep,… TAKUT. Hahaha…
Takut itu ga boleh dibiarkan, harus diatasi. Supaya bisa move on ehh…
Cara saya mengatasi takut?
Saya biasanya meditasi sejam sebelum tidur malam, ataw klo pas lagi takut banget, saya tarik nafas hembuskan sampe 3x round, bahasa sononya >> take deep breath.
Kemudian minum air putih sebanyak saya rasa cukup untuk ngilangin rasa takut.
Yang ini biasanya jurus pamungkas, ketika suatu kondisi harus saya hadapi :
Pejamkan mata sebentar, tarik nafas, hembuskan dan bilang : saya berani!!

Oh ya, saya nulis tentang takut ini karena sejujurnya saya takut besok pagi harus ketemu dokter radiologi, semoga esok tidak seperti yang saya bayangkan.
Klo kamu, gimana cara mengatasi ketakutanmu?
Boleh di share kog disini…

Kelebihanku adalah kelemahanku

quotes-about-inspirational_15491-1
Setiap orang terlahir dikaruniai kelebihan dan kekurangan baik secara fisik atau pun mental. Rata-rata orang bakal lebih bisa jika disuruh menyebutkan kelebihannya dibanding kekurangannya.. hahah bener kan?
Hayoo.. apa kelebihan dan kekurangan kalian?

Diantara sekian kelebihan saya hanya ada satu yang hingga saat ini belum bisa saya terima sepenuhnya sebagai bagian dari diri saya.
Lho kog lucu? ga bisa terima kelebihan? biasanya orang malah ga bisa kekurangan…
Dulu dulu saya pikir hanya kebetulan terjadi, tapi seiring waktu berjalan saya paham ini sesuatu kelebihan di diri saya yang hanya saja perlu pemikiran untuk menerimanya dengan lapang dada dan ikhlas hati.
Apa sih? kog ribet amat? 😀

Jadi, setelah saya runut runut sekian tahun di hidup saya, ternyata saya selalu bisa mengetahui beberapa hal besar akan terjadi di hidup saya, yang bisa bikin sedih terutama. Kadang orang terdekat bakalan sakit, saya duluan yang bisa merasakan sakitnya tapi badan saya baik-baik saja, wahh tanda-tanda dah ini,,, biasanya habis tu saya bakal cari tau siapa yang sedang ga enak badan.
Sebagian sinyal ini saya terima dalam bentuk mimpi atau badan merasa tidak enak tapi masih bisa beraktivitas.
Yang menyedihkan, saya tau salah seorang paman jauh akan meninggalkan kami semua saya bermimpi beliau minta tolong saya beberes rumahnya ,
” biar bersih, disini besok bakalan rame, kamu bantu-bantu disini ya ” begitu kata beliau di mimpi saya.
Di mimpi itu sesudah saya beberes rumah , beliau malah pamit sama saya,
” Om pergi dulu, ga usah pulang disini saja bantu-bantu orang sini”
Di kalimat ini saya ga paham kemudian keburu terbangun, pagi hari nya saya terima berita beliau meninggal malamnya di rumah sakit – menderita penyakit. Dan saya pagi itu benar-benar ada di rumahnya untuk beberes membantu keluarga mempersiapkan pemakaman beliau.
Yang gini-gini ga sekali dua terjadi, tapi sering… dan selama itu lah saya mencoba mengabaikan dan menganggapnya kebetulan belaka.
Setiap hal hal semacam ini terjadi efeknya hebat di saya, dari yang keringet dingin, pusing sampe rasanya ga bisa nafas. Kadang diikuti rasa sedih hebat yang ga karuan dan entah dari mana datangnya.

Hal inilah yang saya sebut kelebihan kemudian kelemahan saya sekaligus.
Ga semua orang paham dengan kondisi ini, cerita? ke orang lain? iya bagus klo ngerti ..
klo reaksinya :
” ahh cuma mimpi ”
“ahh kebetulan aja mimpinya pas terjadi”
” jangan lebay deh ”
dll

Reaksi -reaksi diatas tidaklah menyenangkan untuk diterima, karena ada unsur ketakutan mengalami hal-hal yang seperti saya alami.
Jadi, jika kalian punya teman, sodara atau keluarga seperti saya, klo mereka menceritakan berbagai hal yang mereka alami, tolong dengarkan ya,… at least kalian ngasi kuping kalian tanpa berkomentar lebih.

Balik ke kondisi saya, dari pengalaman saya, ga semua orang paham kondisi ini.
Bahkan bercerita ke orang terdekat sekalipun, saya jarang dapat reaksi yang menyenangkan, hingga akhirnya saya terbiasa sendiri.
Eh ada ding, saya punya kawan dekat, dia sejenis saya, hahha…. kami berkawan sudah lamaaaaaaaaaaaaaa sekali..we are connected each other. Hanya ke dia saya bisa bebas menyuarakan isi hati saya, thanks for this ( sebut saja namanya A ).

Owh iya , tentang terbiasa sendiri, akhirnya setiap mengalami hal-hal diatas saya cuma bisa banyak berdoa, berpikir, menganalisa saya harus bagaimana jika hal tersebut benar terjadi.
Namun apalah saya cuma manusia, tetap perlu manusia lain untuk mendukung saya atau sekedar menyandarkan kepala dan menggenggam tangan saya, ketika semua itu tak ada, best thing to do is… CRYING alias nangis.

Akhirnya untuk mengatasi semua,  saya mengumpulkan segala ketakutan yang saya alami menjadi keberanian saya untuk menghadapi segala situasi termasuk kenyataan apabila apa yang saya temui dalam mimpi kemudian nyata adanya.
Tentang rasa sakit, perih atau sedih,.. nikmatilah, itu adalah sebagian tanda jika kalian masih manusia, masih hidup.

Legian, 24 July 2018 / 15.05 PM

Menulis Lara

Karena hidup ini beraneka warna rasa didalamnya, dan kehadirannya tidak bisa pilih sekehendak hati.
Terkadang begitu gembira meriah bahagia atau sedih tak berujung nestapa.
Bagaimana melewatinya? Jika bahagia mungkin bukan masalah, beda jika kesedihan yang datang kepada kita.
Sebagian orang bisa begitu luka dan patah sepatah – patahnya atau hancur sejadinya ketika bersedih.
Tahukah kalian jika sedih apa yang terjadi pada tubuh kita?
Saat kita sedih, tingkat bahan kimia otak yang disebut opioid meningkat. Nah, peningkatan bahan ini berdampak negatif bagi tubuh. Salah satunya adalah penurunan sistem imun.
Penurunan sistem kekebalan tubuh ini,  berpotensi meningkatkan risiko penyakit. Kerja otak untuk mengatur nafsu makan juga bisa menjadi berantakan bila seseorang sedih terlalu lama.
Nah, jadi tau kan kenapa kalo lagi sedih lagi galau jadi males ngapa ngapain?

sad3.jpeg

Cara mengatasi sedih gimana? Macam- macam pastinya ya.
Saya klo lagi sedih sebenernya jarang terlihat oleh orang lain soalnya pandai menyembunyikan ( baca : jaim ) 😀
Padahal yaa dalam hati pengen nangis guling-guling tapi ga mungkin juga karena template aslinya sih tegar , flu aja saya ga keliatan sakit kayak orang – orang yang klo flu dah kayak mau mati  besok, ehh 😀
Karena jarang bisa marah langsung atau nangis ( eh nangis ding klo lagi sepi ) saya lebih sering melampiaskan sedih saya dengan menulis.
Berhubung lagi sedih jadi tulisannya sering melow melow gitu temanya. Klo dulu sering saya tulis di note hape aja, kemudian kadang saya posting di sosmed.
Teman-teman sering komen, : dikumpulin lah terus dibikin buku..
Aduhh belum kepikiran juga…
Tapi ya jaman sekarang dimana baperan itu lumrah, kadang mau nulis di sosmed takutnya dikiranya nyindir, lyfe jaman now kan gitu?
Nulis apa, buat syapa, yang merasa kesindir syapa hahahhaa…

Balik lagi, tentang cara saya mengatasi sedih, selain dengerin lagu, saya suka menulis.
Nulis apa aja yang saya rasakan saat itu, istilah saya menulis lara.
Tiap tulisan saya sertakan foto yang match dengan suasana hati, foto saya sendiri sih hasil jepret jepret.
Kalo sudah ditulis semua rasa rasa jadi lega, kemudian menarik untuk dibaca lagi , flashback, wihh.. ini pas sedih karena apa ya? waktu itu trus gimana ya?
Seorang teman bertanya, apa ga bikin sedih kalo ditulis karena kan nanti terbaca lagi?
Buat saya sih ga, karena semua ada masanya, bahagia atau sedih itu ada masanya, jangan berlama-lama dalam sedih, nanti bahagia susah datang klo aura kita buruk terus.
Menuliskan tentang lara, seberapa luka saat itu, gimana perihnya kemudian selama apa menangisinya lalu bagaimana mengatasinya, bangkit dan kembali seperti biasa.
Setiap luka mengajarkan kita tentang cara bertahan hidup, bukankah luka dibuat untuk sembuh? supaya kita lebih kreatif tau cara untuk mengobatinya dan kemudian tidak lagi terluka yang sama.
Berterima kasihlah pada yang memberi luka, entah seseorang atau sesuatu hal, karena nya lah kita belajar bertahan, belajar tegar untuk hidup selanjutnya.
Cobalah tuliskan tentang lara kalian, dan percayalah ketika membacanya kembali perihnya tak sama bahkan mungkin sudah tak ada. bamb1.JPEG


Perlukah ditolong ?

help-and-support1
Tentang tolong ini tetiba muncul beberapa hari terakhir ini.
Jadi saya pengen bahas deh, tolong ini berkenaan kegiatan pekerjaan ya.
Sebelumnya, karena kita mahluk sosial tolong menolong adalah hal yang wajar dilakukan. Tujuan menolong adalah meringankan orang yang mengalami kesusahan. Sebaiknya dilakukan secara ikhlas tidak mengharap imbalan apapun karena bila itu terjadi maka ketika kita memerlukan pertolongan kita juga akan dimintai imbalan atas pertolongan yang kita terima.
Pasti sering kalian baca seperti itu ya di buku-buku pelajaran atau pun petuah dari orang tua kita.
Soal menolong orang lain, saya yakin kalian pasti pernah melakukannya. Yang saya ingin bahas adalah, sejauh mana diri kalian ingin ditolong oleh orang lain. Nah lho?

help1.jpg

Saya terlahir sebagai anak tunggal, ayah saya selalu menanamkan ke saya apa-apa harus bisa sendiri, ga boleh manja, ga boleh cengeng. Mandiri itu penting, kenapa? orang lain bakal bantu kamu hanya sekali dua, ga mungkin sering-sering karena mereka juga punya masalah sendiri, menolong orang lain adalah perwujudan dari kepemilikan rasa sebagai manusia.
Jadilah saya kemudian sebagai pribadi yang sok tangguh. Lha kog sok ? Ya karena sebenarnya dalam hati juga kadang-kadang sering nangis berasa sendirian ketika beberapa masalah ga bisa diselesaikan cuma ajaran orang tua sudah tertancap banget di otak. Selesaikan sendiri, kudu bisa.
Jangankan orang lain, ibu saya aja kadang bilang mandiri saya kebablasan, seperti ga perlu orang lain.. haiah.

Kemudian disini di kantor ini, hampir 5 tahun disini saya baru nyadar kog saya jarang ditolong atasan saya solving problem kerjaan seperti staff lainnya.
Nyadar nya kog telat banget ya? 😀

Saya adalah tipe yang ga mau diolah sama benda mati, benda hidup aja saya lawan sampe titik amarah penghabisan. Jadinya di kamus hidup saya ga ada kata ga bisa, pasti bisa, harus bisa, – maksa 😀

Atasan saya sih sepertinya tau sifat saya yang ini. Belakangan saya merasa ketika ada staff lain yang sering ditolong, bahkan beliau sampe bisa ninggalin kerjaannya untuk nolong staff ini, sebut saja kecebong, ehh.
Bukan iri ya, just wandering, kog klo saya yang kesulitan beliau jarang offering help atau menawarkan bantuan ya?
Nah, tadi iseng saya minta tolong , minta pertimbangan tepatnya ketika ada inquiry dari klien untuk villa di period Lebaran 13-22 Juni 2018.
Ternyata, tanggapan beliau beda : ” Ohh periode Lebaran ya? agak susah sih… ”
Glekkk.. lha saya minta tolong kog reaksinya gitu aja?

help2
Lama sekali saya mikir, apa tampang saya terlalu jutek ya? atau kurang melas ya supaya ditolong? Lagi lagi saya berusaha merunut ke belakang … apa saya terlalu tough untuk ditolong?
Mungkin dari sifat saya yang berusaha apa-apa dikerjain sendiri juga tersirat di wajah saya – ga perlu ditolong – gitu kali ya?

Saking penasaran tadi saya tanya ke kawan baik saya, namanya Jeany dia ada di posisi atasan, gimana dia klo melihat saya sebagai staffnya.
Kadang aku liat dulu kapasitas orangnya.
Kalo aku rasa dia mampu aku push dulu
Kadang kan mereka samar  antara need help atau ga pengen ditolong
Jadi klo udah mintol berarti mepet 
Mungkin dia liat kamu selalu bisa solving
Jadi dia pikir ga perlu bantu – nahh ini bisa jadi saya!

Baeklah, bisa jadi benar, tampilan saya menyiratkan saya ga perlu ditolong karena selalu bisa mengatasi masalah yang ada.
Ahh, tak ingin saya perpanjang lagi keingin tahuan saya kenapa saya less being helped.
Kemudian klo perlu pertolongan, ya coba diminta baik-baik, and please.. jangan ngarep banyak akan ditolong supaya ga sakit hati kan?
Klo sudah berusaha minta tolong kemudian reaksinya berbeda atau ga ditolong ya gapapa, mungkin belum waktunya diberi pertolongan.
Tapi tenang saja, sebagai manusia sampai detik ini saya cukup ringan tangan membantu orang lain yang memerlukan bantuan saya, sebisa saya pasti saya bantu.
Menabung karma baik demi kehidupan di masa mendatang.
Yang penting, jangan sampe pamrih menolong orang lain.
Menolong orang lain itu menenangkan jiwa, membahagiakan lho, kita ga pernah tau tindakan kita yang mungkin untuk kita sendiri tidak seberapa ternyata bisa sangat berarti untuk orang lain.
Keep helping people 🙂

Kalo sudah pernah, apa harus kembali lagi?

Seberapa jauh pengalaman menambahkan rasa dalam hidup?
Judul diatas lingkupnya luas, bisa untuk apa aja.
Jadi gini, akhir-akhir ini entah kenapa saya kayak nonton film lawas, satu per satu yang lama-lama tetiba bermunculan. Teman, mantan, ehh…
Sempet mikir panjang, maksudnya apa ya orang-orang ini dihadirkan lagi di hidup saya sekarang.
Saya bukan tipe orang yang ga suka pertemanan, jadi seburuk sejahat apapun orang lain pernah berbuat sama saya, ga terlintas sedikit pun untuk memblokir mereka di kontak HP karena kita ga pernah tau seperti apa masa depan, mungkin kita akan perlu lagi sama mereka.
Itu tentang perorangan ya.
Sama seperti tempat makan, hotel atau tempat-tempat kongkow yang sering singgahi. Beberapa klo udah cocok saya bakal sering datang lagi, atau meskipun meninggalkan kesan yang WOW saya terkadang mencoba tempat lain – biar rata rejekinya 😀
Balik lagi ke judul diatas, hasil dengerin curhatan orang-orang ( saya tong sampah curhatan ) ada beberapa teman cerita diajakin balik mantannya ( ada yang masih tahap pacaran, dan ada pula yang sudah berpisah di pengadilan ).
Mereka minta pendapat saya harus gimana? Waduhh ini yang berat, soalnya kan saya ga pernah jadi mereka, kesan yang didapat dari sang mantan kan cuma mereka yang merasakan, ya tho?

Berkenaan dengan pertanyaan itu saya merunut runut perjalanan hidup saya tentang orang-orang yang pernah ada di hidup saya. Beberapa dari mereka memang pernah ngajakin balikan juga yang kemudian saya tolak dengan halus, biasanya dengan kalimat candaan :
“kasian lah yang lain, kali aja jodoh saya nyangkut dimana habis kamunya betah banget disini .. uhuk!”

” saya lagi mau fokus ya sama kuliah, sama kerjaan ” – ini dulu pas jaman kuliah.

” duh maaf ya lagi sibuk sama kerjaan lho ” – ini ke beberapa teman yang udah ga mau aja saya kontakan lebih jauh.

Dari sekian orang yang pernah ada entah mantan atau pun teman dekat, akhirnya saya paham bahwa saya ga pernah ngasi kesempatan kedua – sok banget sih mba ini!
Bukan apa-apa, karena saya pun akhirnya mengerti bahwa saya tipe orang yang experiencing apalagi jika buruk tu cukup sekali, seiya iya ngasi remidi macam ujian tetep aja ada faktor X yang ga bisa diubah.
Dan apa pun itu jika sudah pernah berubah entah karena kesalahan atau force majeure, rasanya ga akan pernah sama.
Mungkin untuk sebagian orang agak kejam ya? Lha ya this is my way to protecting my soul klo kata Sam Smith.

Jadi, jangan pernah sedih ketika ada beberapa orang di hidup kamu yang memberikan nuansa berbeda, malah itu bisa dijadikan pelajaran gimana besok besok harus ngadepinnya lagi.
Setiap orang dalam hidup kita memberi arti dan pelajaran tersendiri, feel it.
Nah, jika kemudian mereka datang lagi menawarkan sesuatu yang baru, ingatlah kesan dan apa saja yang sudah mereka lakukan ke kamu, tanyakan kembali ke diri mu masih layakkah mereka mendapat tempatnya lagi?
You decided for your own life. exper1

Membungkus Rasa

cinta-3-5607f0ede8afbdee091b4e64Ketika mendengar kata rasa , perasaan, .. apa yang terbersit di benak kalian ?
Perasaan >> Kata ini pertama digunakan dalam bahasa Inggris untuk menjelaskan sensasi fisik sentuhan melalui pengalaman atau persepsi.
Dalam psikologi kata ini sering diartikan untuk pengalaman subjektif sadar mengenai emosi. Perasaan juga dikenal sebagai keadaan sadar, seperti yang dihasilkan dari emosi, sentimen atau keinginan.
Kemudian perasaan dalam bahasa Indonesia :

perasaan (pe-an + rasa )

  1. hasil atau perbuatan merasa dengan panca indra:
    bagaimanakah menurut perasaanmu, badan saya panas ataukah dingin?
  2. rasa atau keadaan batin sewaktu menghadapi (merasai) sesuatu:
    bekerja dengan perasaan gembira, hasilnya akan memuaskan
  3. kesanggupan untuk merasa atau merasai:
    sangat tajam perasaannya
  4. pertimbangan batin (hati) atas sesuatu; pendapat:
    pada perasaan ku, itu tidak benar. 

    perbedaan cinta dan sayang menurut mario teguh,dalam islam,makna cinta dan sayang,apa perbedaan cinta dan sayang,antara,kasih sayang,nafsu,bedanya cinta dan sayang,.jpg

    Jadi tentang apa itu rasa sudah cukup jelas ya?